Kronologi Kegiatan
H.1 26 Juli 2010
Pada pukul 12.00 Wib saya datang ke kampus untuk packing dan melengkapi segala alat-alat yang harus dibawa untuk persiapan pengembaraan anggota muda WARNABAMA. Saya dan Danang aka Penyok membereskan tenda untuk dipakai dan dibawa, selain itu mulai packing dan memasuki segala perlengkapan ke cariel saya. Selesai saya packing, saya membantu saudara saya Geovanny aka Congor untuk memeriksa perlengkapan bawaannya. Lama menunggu teman-teman anggota muda WARNABAMA akhirnya mereka datang satu demi satu, Rozy aka Ot datang dengan tangan lenggang. Rozy aka Ot datang dan berbicara kepada saya bahwa Ia tidak bisa mengikuti pengembaraan dikarenakan Ot tidak mempunyai fisik yang tidak memungkinkan karena kaki sebelah kanannya terkilir akibat jatuh bersama Danang aka Penyok. Tidak lama kemudian Rammzy aka Dobleh dan Irfan aka Doyong datang ke sekertariat WARNABAMA dan mulai packing. Selesainya kami semua packing, kami mengajak Rozy aka Ot lagi untuk ikut dalam pengembaraan anggota muda WARNABAMA. Akhirnya Rozy hatinya luluh karena Rozy aka Ot melihat teman-teman kelihatannya asik, tetapi Rozy aka Ot membawa uang hanya 70 ribu. Ot belum ada persiapannya sama sekali dikarena Ot dari rumah memang tidak ada niat untuk mengikuti pengembaraan anggota muda WARNABAMA angkatan IV, dan akhirnya Ot ikut berasa kami untuk pengembaraan dengan tidak adanya persiapan sama sekali. Fajri aka Conslet memberi jacketnya untuk dipakai oleh Ot. Setelah kami semua selesai packing kami pun mulai bersiap .untuk berangkat menuju terminal Blok.m, Tetapi sebelum berangkat kamipun tidak lupa untuk berdoa dan berfoto untuk dokumentasi pengembaraan anggota muda WARNABAMA angkatan IV. Sesampainya di terminal Blok.m kami pun menunggu bis kota jurusan senen, akhirnya bis kota 67 jurusan Blok.m – Senen datang dan kami semua naik. Setelah itu kami pun tiba di St. Senen dan bertemu kepada senior WARNABAMA dan teman – teman Mateksapala. Sambil menunggu kereta datang bang Conslet mengajak teman-teman semua untuk membicarakan kedepannya seperti apa. Pacet dan Awie menitipkan anggota muda Mateksapala untuk ikut dalam pengembaraan bersama untuk mendapatkan nomor anggota. Kereta datang dan kami semua naik dan membuka cariel untuk diletakkan di tempat barang. kerta mulai jalan dan kami semua melambaikan tangan kepada senior dan yang lainnya, sampainya di St. Jatinegara ada 2 orang anak muda dan duduk disebelah kami dan berbincang banyak bersamanya, cerita-cerita banyak hingga berkelanjutan bermain kartu remi sampai pagi.
H.2 27 Juli 2010
Sesaat sebelum stasion Kutoarjo, kami bertanya kepada seorang ibu, “apakah St. Kutoarjo masih jauh?”, ibu tersebut menjawab “tidak lama lagi kok”.
Sesampainya di St. Kutoarjo, kami meneruskan perjalanan dengan kereta menuju St. Purworejo dengan harga Rp 2000,-. Setelah tiba di St. Purworejo, kami melanjutkan dengan menaiki mini bus tujuan Terminal Tidar. Namun, sebelum menuju Terminal Tidar, kami mampir terlebih dahulu di pasar dan sarapan bersama Supir mini bus tersebut. Sesampainya di Terminal Tidar, lalu kami melanjutkan perjalan dengan mencari angkutan mini bus tujuan Gapura Wekas. Begitu sampai, lalu kami melanjutkan dengan menelusuri hutan pinus dan area persawahan warga. Terasa lelah, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk sholat dan menikmati keindahan alam sekitar.
Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju base camp Gunung Merbabu. Begitu tiba di base camp, Bang Conslet mengatakan bahwa base camp yang kita singgahi ini salah. Saudara Mesakh aka Metoy berkata kepada saya bahwa para senior WARNABAMA telah berada di base camp Merbabu Mitra Indah. Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak dan memesan makanan di sebuah warung.
Setelah selesai makan dan beristirahat, lalu kami melanjutkan perjalanan untuk pindah base camp menuju base camp Mitra Indah untuk bertemu dengan para Senior WARNABAMA. Saat tiba di base camp Merbabu Mitra Indah, kami bertemu dengan Kak Ay dan Cupeng. Kami menceritakan semua perjalanan yang kami lewati. Asik bercerita kami pun tertidur karena lelah hingga matahari terbenam dan saya bangun untuk makan malam.
Setelah kami semua selesai makan, kami duduk berkumpul di dekat tungku untuk menghangatkan badan dari dinginnya cuaca sambil mencari data Gunung Merbabu dari pemilik rumah yang kami singgahi dan membuat forum untuk pendakian menuju puncak Gunung Merbabu. Setelah breafing selesai, kami semua tidur.
H.3 28 Juli 2010
Setelah matahari terbit, kami bangun dan packing barang-barang yang diperlukan dalam pendakian puncak Gunung Merbabu dan melakukan resection di mushola sambil menunggu sarapan pagi matang. Lalu, kami anggota muda dan senior WARNABAMA berkumpul dan menyantap sarapan bersama.
Setelah sarapan dan peralatan siap, kami memulai pendakian yang di awali dengan berdoa bersama yang dilanjutkan dengan berfoto bersama untuk dokumentasi di base camp Merbabu Mitra Indah.
Dalam perjalanan, kami menemui hambatan untuk memilih jalur mana yang harus dilewati karena banyaknya jalur yang bercabang. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya kepada penduduk sekitar yang sedang bercocok tanam. Penduduk tersebut memberi tahu kami jalur mana yang harus kami lewati. Kami pun melanjutkan perjalanan menelusuri hutan yang membuat pandangan kami terganggu oleh kabut. Kami pun dihadapkan kembali oleh jalur yang bercabang. Pada kendala kali ini, kami berhenti sejenak untuk mencari solusi jalan mana yang harus kami pilih. Kami berunding untuk melihat jalur di peta sambil beristirahat sejenak. Akhirnya kami menemukan jalur yang harus kami lewati. Lalu kami melanjutkan perjalanan yang ditemani oleh rintikan hujan.
Dalam perjalanan menuju Pos 1, kami melewati makam. Pendakian yang jauh dan melelahkan membuat kami berpikir “kapan tiba pos 1”, kamipun memutuskan untuk beristirahat sejenak. Setelah merasa cukup tenaga, kami melanjutkan pendakian kembali. Kelelahan yang kami alami seakan terbayarkan oleh indahnya pemandangan alam dalam pendakian menuju
pos 1. Dalam pendakian, kami menemukan sebuah pipa air warga sekitar yang bocor dan kami memanfaatkan pipa yang bocor itu dengan mengisi air untuk persediaan pendakian. Di tengah perjalanan, kami melihat sekumpulan monyet yang berada di pepohonan Gunung Merbabu. Akhirnya tidak lama dari tempat kami menemukan monyet, sampai juga di Pos 2, tapi saya bertanya kepada teman-teman anggota muda dan senior WARNABAMA “dimanakah Pos 1 berada ?”, salah seorang senior WARNABAMA memberitahu bahwa Pos 1 sudah lewat atau tidak kita salah memilih jalur untuk ke Pos 1. Sejenak kami beristirahat di Pos 2 akhirnya kami bergegas untuk foto bersama di Pos 2 dan mengaplikasikan materi yang kami dapatkan di pendidikan lanjutan gunung hutan dengan membuat bivak natural.
Kami semua membagi tugas, ada yang membuat bivak dan sebagian mencari batang untuk fondasi bivak. Fondasi selesai kami berasama-sama untuk mencari dedaunan untuk membuat atapnya. Bivak natural akhirnya telah selesai dilakukan oleh anggota muda WARNABAMA angkatan IV dan kami semua berfoto untuk mendokumentasikan. Sebelum bivak jadi saya sempat sakit perut dan saya memilih pergi sebentar mencari tempat untuk saya membuat lubang. Selesai membuat lubang saya pun buang air besar dengan tehnik buang air ala kucing. Saya kembali ke teman-teman kemudian meneruskan kembali menuju Pos 3. Setelah beberapa jam kami berjalan, kami sempatkan untuk beristirahat dan minum sejenak. Tidak lama kami berjalan akhirnya kami sampai juga di Pos 3, kondisi matahari sedang terbenam. Sampai di Pos 3 kami pun sejenak beristirahat sejenak dan memulai lagi untuk mendirikan tenda, karena hari sudah mulai gelap. Melihat air yang sudah menipis, 2 orang dari kami memutuskan untuk turun kembali ke Pos 2 mengambil air untuk masak dan minum persediaan esok hari. Sambil menunggu 2 orang teman kami datang, kami masak dengan air seadanya. Tenda sudah berdiri dan makanan sudah matang, 2 orang teman kami Geovanny aka Congor dan Rammzy aka Dobleh belum juga dating, akhirnya kami memilih makan duluan karena perut kami sudah keroncongan. Tidak lama kami makan, Congor dan Dobleh datang lalu mereka makan bersama dengan kami. Makan telah usai kami pun masuk ke tenda dan berbincang sebentar lalu diteruskan untuk tidur sambil menunggunya pagi hari datang.
H.4 29 Juli 2010
Pagi yang cerah kami semua bangun dan membagi tugas, membuat perapian dan masak. Selesai makan kami pun bergegas untuk packing dan memulai pendakian menuju puncak Gunung Merbabu. Sebelum kami naik menuju puncak Gunung Merbabu saya berfikir untuk menyembunyikan Cariel di pepohonan, agar tidak membawa beban berat. Selesainya kami menyembunyikan Cariel, kami semua meneruskan perjalanan melewati bebatuan yang berdebu. Tidak lupa juga kami untuk berfoto di Pos 3 untuk dokumentasi laporan perjalanan. Perjalanan yang sangat menantang membuat kami semua menjadi semangat untuk cepat-cepat sampai di puncak Gunung merbabu, jalur yang terjal ingin kami lewati tetapi salah satu dari senior WARNABAMA Mesakh aka Metoy jalur yang landai, karena jalur yang baru saja di lewati oleh Metoy sangat terjal. Kami pun mengikuti jalur yang landai dan akhirnya kami semua sampai di puncak Gunung Merbabu. Udara yang dingin dan matahari yang sangat terik membakar muka kami. Sejenak kami berfoto dan kemudian diteruskan dengan berdoa untuk organisasi WARNABAMA agar lebih maju lagi.
Berdoa selesai, kamipun langsung bergegas untuk kembali turun ke base camp Mitra Indah. Sebelum kami turun ke base camp, tidak lupa untuk mengambil dan membawa cariel yang telah di sembunyikan di Pos 3. Sesampainya saya di base camp Mitra Indah, kami semua beristirahat dan satu demi satu pergi ke kamar mandi. Selesai kami mandi, kami langsung berkumpul untuk makan malam. Makan telah usai kami pun menunda kegiatan untuk tidur, dan memulai lagi pada esok hari.
H.4 29 Juli 2010
Pagi yang cerah kami bergegas untuk melanjutkan perjalan dengan tujuan Gunung Lawu. Sesampainya di Gapura Wekas kami bertemu dengan Mahasiswa Pecinta Alam Jogjakarta, kami ngobrol dan bertanya bagaimana cara resection di Gunung Merbabu. Setelah bertanya teman-teman Mapala Jogja menjawab peta yang digunakan kurang besar karena puncakan-puncakan tidak terlihat dip peta yang kami bawa. Mini bus datang dan menawarkan kami semua untuk naik, tetapi beberapa teman kami belum sampai di gapura wekas. Akhirnya teman-teman Mapala Jogaja memilih untuk duluan pulang. Selesai semua teman-teman WARNABAMA akhirnya kami semua naik mini bus, keadaan bis tersebut dipadati oleh bapak dan ibu warga desa pakis. Hingga saya memutuskan untuk berdiri di pintu, tidak lama saya berdiri bis tersebut melewati sekolah pakis. Bis tersebut dipenuhi oleh pelajar, dan akhirnya pelajar tersebut tidak ada dan kami semua mendapatkan bangku masing-masing. Sesampainya diterminal tidar kak ay memisahkan diri dari kami, akhirnya kami beristirahat dan Irfan aka Doyong dan Rammzy aka Dobleh memutuskan untuk sholat jumat di masjid terminal tidar. Selesainya Doyong dan Dobleh sembayang kami makan di warung. Setelah makan Dobleh dan Ot mencari kendaraan tujuan solo, dan mereka mendapatkannya. Akhirnya kami semua menunggu kedatangan bis tersebut yang bernama Eka Jaya. Bis Eka Jaya akhirnya datang, dan kami langsung naik bis tersebut dan memilih untuk duduk di belakang. Sebulum berangkat banyak sekali orang yang berjualan dan menawarkan dagangannya, Doyong dan Dobleh ditawarkan makanan ringan dan mereka membelinya untuk persediaan makanan kami. Sesampainya kami di Solo, kami binggung ingin bermalam dimana. Nissa aka Cupeng meminta solusi kepada temannya anak Makopala,dan Cupeng diberikan nomor hp anak Universitas Muhammadiah Surakarta (UMS). Kemudian kami pun bergegas untuk pergi kesana, sesampainya di UMS kami kebinggungan mencari sekret Dinamik. Kemudian kami bertanya kepada satpam, dan diberi petunjuk. Akhirnya sampai juga kami di sekertarian Dinamik, dan kami bersalaman satu per satu kemudian berbincang-bincang. Selesai berbincang banyak, kami pun dibelikan nasi bungkus dan akhirnya kami semua makan bersama-sama. Selama seharian perjalanan yang melelahkan, akhirnya kami pun istirahat juga sambil menunggu datangnya pagi hari.
H.5 30 Juli 2010
Pada pagi hari yang indah, kami pun langsung diajak keluar kampus untuk sarapan di warung. Selesai makan kami pun kembali ke sekertariat Dinamik, dan saya langsung mengambil peralatan mandi. Setelah mandi kami semua mencari solusi untuk mencari peta, karena kami semua tidak berhasil resection di Gunung Merbabu karena tebalnya kabut. Senior WARNABAMA suruh membeli peta Gunung Lawu, Dobleh dan Ot dengan ditemani anak Dinamik membeli peta. Lama menunggu akhirnya saya tidur, dan selesai saya tidur akhirnya Dobleh dan Ot datang. Mereka datang dengan tangan hampa, tidak membawa peta dikarenakan tempat pembelian peta tutup. Teman Dinamik akhirnya meminjamkan satu buah peta Gunung Lawu untuk kami. Setelah kami diberikan peta, kami semua mengemaskan barang bawaan dan langsung berangkat menuju terminal Tirtonadi. Selesai dari terminal tirtonadi kami meneruskan perjalanan dengan naik mobil colt menuju cemoro kandang. Perjalanan yang sangat jauh akhirnya sampai juga di base camp Gunung Lawu cemoro kandang, tidak lama kemudian kami pun mulai menyiapkan alat masak dan makanan yang akan kami masak. Setelah makanan selesai kami pun langsung menikmati makanan tersebut, walau dengan makanan seadanya tetapi makan tersa nikmat sekali. Selesai dari makana malam kami mengadakan evaluasi dan menyusun pergerakan untuk hari esok.
H.6 31 Juli 2010
Pagi yang indah dengan dinginnya yang menusuk tubuh, kami pun bangun dan langsung masak, packing, dan sebagian lagi adalah orientasi medan. Makanan kami matang, dan kami pun langsung makan bersama. Sebenarnya kami semua ingin langsung memulai pendakian, tetapi dari pihak senior WARNABAMA bilang kepada saya, jika kita belum datang jangan kamu naik dulu. Tidak lama kemudian kami menunggu akhirnya senior WARNABAMA datang dan membawa logistic, dan kami memulai resection dengan dibantu para senior. Resection sempat tertunda karena protector kami hilang oleh Rozy aka Ot.
Ada 4 orang anak Mapala Jakarta yang 2 senior mereka dan yang 2 lagi dalam proses pengembaraan, kami pun berbincang dengannya dan kami meminjam protector. Protektor dapat kami pun langsung memulai pendakian. Tidak lupa untuk berdoa dulu sebelumnya di base camp cemoro kandang dan berfoto.
Awal memulai pendakian ada 2 orang laki-laki yang bersal dari madiun, kami pun berjalan besamanya. Saya bertanya dengan 2 orang laki tersebut, katanya mereka baru pertama kali naik gunung dan mereka tidak membawa tenda ataupun alat untuk survive. Tidak lama perjalanan, kami pun mendapatkan kesulitan karena salah seorang tas kami putus dan tidak bisa untuk dibenahi karena putusnya sudah terlalu parah. Irfan aka Doyong dengan suka rela kembali ke base camp untuk mengganti cariel punya Mesakh aka Metoy. Menunggu Irfan aka Doyong kembali, Rozy aka Ot bilang dengan temen-teman dia tidak ingin melanjutkan pengembaraan ini, karena tidak ada semangat lagi. Saya dan teman-teman kebinggungan bagaimana cara agar Ot bisa ikut, karena Ot sangat mempunyai pendirian yang sangat kekeh. Tidak lama kemudian Doyong akhirnya datang dan kami menceritakannya semua. Kami semua mengajak untuk naik tetapi Ot memilih pulang. Saya sebagai ketu berfikir, ketika saudara saya pulang dengan sendirinya mending kami pulang semua karena kami pergi bersama-sama dan pulang harus bersama lagi. Mesakh aka Metoy tidak setuju dengan pemikiran saya, karena Cuma karena satu orang semua ikut terbawa. Akhirnya kami coba membujuk dan menjanjikan untuk berpisah di Pos 1 saja. Perjalan kami teruskan dan tidak lama kemudian kami semua sampai di Pos 1 istirahat sejenak, dan langsung membuka peta yang kami bawa untuk resection. Rozy aka Ot sangat bersemangat. Selesai Resection kami semua meneruskan perjalanan. Lagi-lagi Rozy aka Ot ingin pulang, dan sampai disini saja kita. Kemudian kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kami semua sudah binggung dan dicampur dengan emosi. Yasudah kami memberikan ongkos untuk Dia pulang. Selesai dari Pos 1 kami memulai pendakian menuju Pos 2. Jalanan yang landai dan licin membuat kami tidak patah semangat. Setelah berjalan beberapa jam kami semua istirahat untuk mengisi tenaga kami yang terkuras dengan minum air. Perjalanan yang memakan waktu dan tenaga, akhirnya kami sampai juga di Pos 2. Selanjutnya membagi tugas saya membangun tenda di Pos 2, Irfan aka Doyong dan Rammzy aka Dobleh ditemani oleh Mesakh aka Metoy mencari kayu bakar, Geovanny aka Congor ditemani Nissa aka Cupeng masak untuk makan malam, karena hari sudah mulai gelap. Selesai membuat perapian dan ikan asin yang kami bakar kami pun mulai makan. Setelah makan selesai kami semua berkumpul untuk menghangatkan badan sambil evaluasi hari ini sedikit, setelah itu kami tidur, karena sudah lelah seharian. Kami baru berbaring di dalam tenda ada orang yang memanggil, dan kami keluar tenda untuk melihatnya. Ternyata bang Kunco, bang Agul, Bang Djembre, dan bersama Ot datang. Senior WARNABAMA mengajak kami naik malam ini juga dan kami semua bersedia. Kami langsung packing dan memulai perjalanan lagi dengan track malam. Segala tenaga sudah saya keluarkan, hingga kami berhenti sejenak untuk istirahat, tidak lama kemudian kami meneruskan perjalanan akhirnya kami menemukan Pos 3 dan ada laki-laki itu lagi orang madiun yang sedang kedinginan karena mereka tidak membuat perpian. 2 orang tersebut sangat kasihan, akhirnya kami menyuruh 2 orang tersebut ikut dengan kami. Saya dan Mesakh aka Metoy disuruh oleh Bang kunco kalau memang mau duluan tidak apa-apa. Akhirnya kami memilih untuk jalan duluan tidak jauh sebelum memisahkan diri Mesakh aka Metoy jatuh karena Metoy menerobos jalur. Kondisi malam dan jalur licin mangkanya Mesakh jatuh. Setelah tidak lama kemudian kami mendaki, akhirnya sampai di bebatuan, Saya dan Mesakh binggung lewat mana. Akhirnya kami menemukannya dan sudah terlihat Pos 4. Saya dan Mesakh langsung membuat tenda, agar teman-teman yang lain datang bisa langsung istirahat.
H.7 01 Agustus 2010
Tidak lama mereka datang dan kami semua tidur bersama-sama. Matahari sudah terbit kami pun bangun dan mulai melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Lawu. Kali ini kami semua tidak membawa cariel, karena Cariel yang kami bawa ditinggal di Pos 4. Sebagian senior tidak ikut muncak. Tidak lama berjalan kami semua sampai di warung Mbok Yem. Setelat istirahat sebentar kami memulai dan sampai juga puncak Gunung Lawu. Kami bersama anggota muda WARNABAMA berfoto bersama selesai itu kami sarapan roti di puncak gunung. Selesai berfoto dan makan kami semua menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Mars Warnabama. Selesai itu kami merenung yang dipimpin oleh bang Agul. Selesai semuanya kami pun turun dari puncak gunun. Sampai lagi di warung Mbok Yem, kami membeli air untuk minum dan istrirahat sejenak. Tidak lama kemudian kami pun melanjutkan perjalan dengan tujuan rumah botol. Sesampainya dirumah botol kami semua berfoto, dan melanjutkan perjalanan. Tidak lama kami sampai di Pos 4 dan langsung masak dan makan. Selesai makan dan Packing kami satu per satu resection. Resection selesai kami semua baris untuk berfoto di Pos 4 dan meneruskan perjalanan. Perjalanan dari Pos 4 menuju Pos 3 lumayan lama, akhirnya kami sampai juga di Pos 3. Sebelum sampai di Pos 3 kami pun menyempankan untuk mengambil air dan cuci muka agar muka kami menjadi segar. Sampai di Pos 3 kami ingin resection, tapi keadaan tidak mendukung karena kabut tebal sekali. Kami berjalan lagi menuju pos 2 kali ini kami tidak dapat resection juga, karena kami tidak ada acuan untuk membidik. Setelah dari Pos 2 kami kembali turun dan perjalanan yang meliku-liku membuat saya terpeleset, dan saya jatuh. Sesampainya di Pos 1 kami memulai resection dan lagi-lagi keadaan tidak mendukung. Akhirnya kami hanya berfoto di Pos 1, kemudian meneruskan perjalanan dan akhirnya kami semua sampai di base camp cemoro kandang dengan selamat tanpa suatu kekurangan apapun. Sesampainya kami di base camp cemoro kandang, kami diajak makan oleh senior WARNABAMA. Setelah makan kami langsung carter mobil colt ke solo (UMS) untuk bermalam dan mengembalikan peta. Perjalanan yang menurun dan berkelok-kelok membuat perut saya mual, dan akhirnya saya muntah. Bang Agul di samping saya membantu memijatkan leher saya agar saya tidak mual dan muntah lagi. Sepanjang jalan setelah saya muntah, saya tidur. Sesampainya di solo saya muntah lagi karena benar-benar mual, kali ini saya muntah di jendela mobil. Sampai di UMS saya meminta izin untuk tidur, karena kondisi saya sedang mabuk perjalanan.
H.8
Pagi yang indah menyambut kembali kami, teman Dinamik langsung memberikan nasi bungkus untuk sarapan. Setelah selesai makan saya pun mandi dan mandi selesai saya langsung berbincang dengan teman Dinamik. Setelah berbincang lama saya disuruh oleh bang Kunco untuk meminta anak Dinamik melatih kami border. Latihan ngeborder selesai, makan siang datang dan kami semua makan bersama-sama. Selesai makan Dobleh pergi ke stasiun untuk membeli tiket untuk kami kembali ke Jakarta. Selesai makan dan packing kami semua bergegas pulang dan berpamitan kepada tuan rumah Dinamik. Sampai di stasiun kami semua menunggu kereta, Doyong dan Dobleh pergi keluar stasiun untuk membeli makan malam untuk kami semua persiapan di kereta. Tidak lama kereta datang dan kami langsung mencari tempat duduk dan menaruh barang bawaan. Kereta berjalan dan kami semua cerita-cerita mengenai kejadian yang kemarin. Akhirnya malam pun tiba, nasi bungkus dibagikan satu orang satu dan kami makan bersama tetapi dengan bangku yang berbeda.setelah makan dan berbincang banya kami tidur karena sudah lelah sekali.
H9
Sekitar pukul 02.00 Wib saya terbangun karena bang Agul berdiri di bangku saya. Saya langsung bangun dan bertanya, teryata bang Agul sedang menegur pedagang yang sedang merogoh kantong Geovanny aka Congor. Saya langsung berdiri dengan pandangan menusuk ke arah pedagang tersebut. Akhirnya sayapun tidak tidur lagi hingga sampai di Jakarta. Sesampainya di St. Manggarai saya berdiri dan duduk dipintu, tidak lama kemudian kami semua sampai di stasiun tujuan kita yaitu St. Tanah Abang. Selesai turun dengan mata yang masih ngantuk, kami berjalan dan akhirnya kami berhenti sejenak untuk sarapan nasi uduk. Selesai kami sarapan nasi uduk kami berjalan lagi sedikit setelah itu naik bis kopaja, dan turun di lampu merah dan jalan lagi menuju ke kampus. Sesampainya saya dikampus saya langsung menurunkan barang bawaan saya dan saya langsung tidur.

Base camp Gn. Merbabu (Jalur Wekas)
POS ll Gn. Merbabu
Kenteng Songo (Gn. Merbabu)
PUNCAK GUNUNG MERBABU Base Camp Gn. Lawu 

Cemoro Kandang
POS 1 Gn. Lawu

POS 2 Gn. Lawu

POS 3 Gn. Lawu
POS 4 Gn. LawuPUNCAK GUNUNG LAWU (Cemoro Kandang)